Memupuk semangat belajar dari usia dini
gambar diamdil dari radio.itjen.kemdikbud.co.id
Apa yang kalian pikirkan jika mendengar kata belajar?. Pasti setiap manusia pernah mengalami proses pembelajaran, baik di rumah, sekolah, tempat bermain, dan masih banyak lagi. Belajar pastinya sangat menyenangkan. Karena dengan belajar kita dapat mengetahui hal-hal baru tapi yang positif ya. Proses belajar yang paling penting adalah dimulai dari keluarga dan sejak anak terlahir di dunia. Jika proses belajar dimulai dari masih bayi, maka tentu anak akan lebih cepat memahami dan terbisa dengan belajar.
Permasalahan yang terjadi saat ini adalah anak lebih suka belajar bermain gadget daripada yang lain. Begitu juga dengan remaja atau bahkan orang dewasa sekaligus susah untuk terlepas dari gadget. Gadget memang memiliki segudang manfaat tapi jika tidak digunakan dengan arif maka akan membawa masalah. Baik dari masalah kesehatan sampai masalah psikologis. Dampak psikologis yang paling berbahaya adalah timbulnya sikap malas dan enggan berpikir kreatif. Segala hal instan yang menjadi bawaan gadget adalah penyebab utamanya. Disinilah peran orang tua dalam mengatasi permasalahan ini.
Orang tua harus mengajarkan anak hal-hal yang bersifat menyusun daya kreatifitas anak. Seperti belajar membuat karya tulis, memasak, melukis, mendaur ulang barang bekas menjadi barang yang bermanfaat dan lain-lain. Di Amerika anak dari kecil sudah diajarkan mengarang karya tulis. Ini bisa dimulai dari menulis kegiatan sehari- hari. Usahakan kepada anak bahwa membaca dan menulis adalah hal yang lebih menyenagkan dari pada bermain game. Tentunya untuk menghindari sikap malas belajar anak di kemudian hari. Ajari anak untuk hidup teratur dan disiplin. Anda juga harus menunjukkan sikap yang baik dan rajin di depan anak sehingga anak akan mencontoh perilaku anda.
Untuk menghindari kejenuhan, belajar juga bisa dilakukan di luar rumah seperti di taman atau di teras rumah. Hal ini akan mengajarkan anak bahwa belajar itu bisa dimana saja dan menyenangkan. Ajak anak berkunjung ke perpustakaan sekali-kali untuk menumbuhkan sifat rajin membaca. Dan berwisata ke tempat-tempat yang banyak memberi pengetahuan baru untuk anak. Anak pun juga bisa sambil mendokumentasikan perjalanan wisatanya sambil menulis pengetahuan baru yang didapatkan. Jika kalian adalah kakak yang masih mempunyai adik kecil maka ajarilah hal-hal seperti yang disebutkan sebelumnya. Karena adik biasanya juga meniru sikap dan perilaku kakak-kakaknya. Sekian semoga bermanfaat.
RIZKY ABDULLAH
Komentar
Posting Komentar