Selamat dari tawuran antar anak sekolah (NON FIKSI)




"Sungguh ironi jika harus mengingat kejadian ini". Saya adalah seorang pengajar privat dari sebuah lembaga privat di Jakarta. Seperti biasa saya berangkat dari kostan menuju tempat saya mengajar dengan berjalan kaki sampai Pasar Rebo. Tepat pukul 16.00 saya melewati gang yang biasa saya lewati. Pada awalnya gang itu sepi dan tak tampak seorang pun yang berada di tempat yang biasa saya lewati tersebut. "hOOOyyyyy,,,,,hantam,,,,,timbuk,,,", Suara terdengar dari arah belakang saya. Ternyata segerombolan pelajar SMP berlarian dengan membawa sabuk, batu, kayu, rantai, dan masih banyak lagi menuju ke arah saya. Begitu kagetnya saya hanya terdiam tak bisa bergerak, entah apa yang saya pikirkan saat itu. Satu persatu para pelajar itu menyenggol dan menabrak saya. Saya tetap bertahan di posisi saya tanpa ada pemikiran untuk lari. Anehnya tak satupun pelajar yang menyerang saya. Mereka hanya pergi begitu saja. Setelah itu, saya berjalan keluar gang dan sampai di bawah Fly Over Pasar Rebo. Sungguh mencengangkan! Fly Over dan sekitarnya dipenuhi oleh para pelajar yang siap untuk tawuran. Banyak warga yang berputar arah melawan arus karena takut dengan hal terburuk yang kemungkinan terjadi. Saya seketika masuk ke angkot entah jurusan mana. Dalam pikiran saya, hal yang terpenting adalah keselamatan diri. Syukurlah saya dapat lolos dari peristiwa tersebut.

Bagaimana sob ceritanya? Mungkin terlalu singkat tetapi dari sini kita dapat gambaran peristiwa tawuran tersebut. Jika kita renungkan kejadian semacam ini,,,,, Apa yang kalian pikirkan? Apa yang terjadi dengan para pelajar yang tawuran tersebut? Sungguh ironi melihat para penerus bangsa harus berbuat semacam itu.

RIZKY ABDULLAH

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Opini : "Dana Aspirasi DPR"

Guru privat, profesi yang menyenangkan?

Iseng membawa untung